Diposkan pada Teknologi Transportasi

Stasiun Moda Transportasi BIUS untuk Kota Jogja – Solo – Semarang (Joglosemar)

Pada Jum’at 06 September 2019 saya ke bandara internasional Adi Soemarmo Solo Surakarta karena mendapatkan informasi dadakan dari seorang kawan yang doyan NGEBLOG. wkwkwk

Saya ke bandara pasti ada sesuatu.

Sesuatu itu adalah acara Focus Group Discussion INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI UNTUK KONEKTIVITAS JOGLOSEMAR bersama kementerian perhubungan RI dan PT. Kereta Api Indonesia. Disamping itu melibatkan PT. Angkasapura, Pihak Universitas Sebelas Maret atau lebih umumnya UNS.

loading...

Saya akan berbagi kepada sobat terkait hasil diskusi ini.

Tema acara diskusi ini “kesiapan infrastruktur transportasi untuk konektivitas Joglosemar”

Pembawa acara adalah Aviani Malik salah seorang Presenter Metro TV pas tadi pagi Sabtu (7 Sept) ada tetangga jualanku kalau beliu seorang pembawa acara berita di Televisi.

Narasumber yang dihadirkan ada enam orang dimulai dari Bapak Budi Karya Sumadi (sebagai Menteri Perhubungan RI, Bapak Budi Setiayadi (Sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Darat),Bapak Wendo dari PT. Angkasa Pura), Bapak Awan (Dari PT. Kereta Api Indonesia), Ary Setiawan (Akademisi UNS Jurusan Teknik Sipil), Bapak Suwarmin(Pimpinan Redaksi Solopos).

Bapak Budi Karya Sumadi sebagai Keynote Speaker.

Saya mengulik berdasarkan catatan pribadi.

Kereta api di Indonesia sejak zaman Belanda merupakan moda transportasi utama.

dan yang paling besar porsinya ada di Pulau Jawa dan terkhususnya Jawa tengah.

Di pulau Jawa banyak jejak peninggalan Belanda berupa moda transportasi Kereta api yang mati suri atau dinonaktifkan.

Zaman dulu moda kereta api digunakan untuk mengangkut bahan – bahan baku tebu, kopi untuk diolah di pabrik pengolahan gula seperti di Sondokoro Tasikmadu, Pabrik Gula Colomadu yangkini diubah menjadi tempat wisata sejarah The Tjolomadoe.

Kini moda transportasi digunakan untuk berbagai macam motif seperti angkut barang, mengantarkan orang ke tempat tujuan lebih cepat dan menghindari macet.

Saat ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah khusus Jawa tengah berupaya menggenjot transportasi massal seperti Bus, Kereta Api yang menghubungkan ke Bandara Adi Soemarmo atau terkoneksi satu kota ke kota lain untuk mempercepat akses perjalanan terutama Jogja – Solo – Semarang.

Sebab Kota jogja – Solo dan Semarang adalah jantung Provinsi Jawa Tengah. Sehingga layak untuk menghubungkan tarnsportasi yang lebih hemat, cepat serta hemat energi.

Terminal Tirtonadi di kota Solo sedang proses modernisasi menuju lebih kekinian dengan menghubungkan stasiun kereta api Solo Balapan – terminal Tirtonadi ke stasiun kereta api Bandara Adi Soemarmo.

Target Stasiun Bandara Adi Soemarmo diharapkan bulan November depan sudah selesai dan siap beroperasi.

Tentunya kita sangat menunggu kehadiran moda transportasi baru di kota solo yang saling terhubung atau terkoneksi dengan kota atau kabupaten lain.

Tentu hal ini sangat bermanfaat dibanyak sektor termasuk dalam sektor bisni. Dalam contoh kasus adalah pengangkutan bahan baku dari daerah sama ke daerah tujuan sama pula.

Dari segi biaya sangat efisien bila dibandingkan dengan menggunakan truk pengangkut berat yang terkadang membuat kemacetan dan membahaykan keselamatan penumpang berkendaraan kecil.

Harapannya kedepan bahwa Koneksivitas wilayah Jawa tengah hingga seluruh Jawa bisa terhubung 100%

2 tanggapan untuk “Stasiun Moda Transportasi BIUS untuk Kota Jogja – Solo – Semarang (Joglosemar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *